Minggu, 02 Oktober 2011

Kuliah Bahasa Inggris I (18)

Diposting oleh Fa di 15.27 0 komentar

Wawasan Tentang Strategi dan Aplikasi Pembelajaran Matematika Berbasis Kompetensi
By: Dr. Marsigit, M.A
Summarized by: Fauzia Rahmawati (09313244001)

Planning and developing curriculum are fundamental and comprehensive job to satisfy the feasibility of education. Indonesian development dynamics force the development of education, like focus on new issues, the problems of teachers, students, school variation, motivation, student’s ability, technology, and people needs.
Six principles that have to be high light are: 1) Same opportunity for every students; 2) Curriculum is not only about materials, but also about reflections of mathematics activity; 3) Mathematics learning process needs knowledge of student’s need, readiness, and educational facilities; 4) The same opportunity for students to study mathematics and construct their own knowledge; 5) The needs of assessment to increase the qualities of learning process; 6) the utilization of the lesson strategies and methods.
On developing curriculum we have to pay attention on mathematics school characteristics and students’ characteristics. The mathematics school characteristics are: 1) mathematics as developing pattern and relationship activities; 2) mathematics as a creativity that needs imagination, intuition, and discovery activities; 3) mathematics as problem solving activities; 4) mathematics as communication tools. And the students’ characteristics are: 1) students learn mathematics if they have motivation; 2) students learns mathematics in their own way of thinking; 3) students can learn mathematics individually or cooperatively; 4) students needs different context and situation to learn mathematics.
There are some aspect that must be contain on determining the lesson materials:
1)      Fact;
2)      Concept;
3)      Reasoning skill;
4)      Algorithmic skill;
5)      Problem solving skill;
6)      Investigation skill.

Kuliah Bahasa Inggris I (17)

Diposting oleh Fa di 15.26 0 komentar

Implementasi KTSP dan Proses Pembelajaran di SMK
By: Dr. Marsigit, M.A
Summarized by: Fauzia Rahmawati (09313244001)

KTSP is developed based on some principles:
1)      Focus on potentials, development, needs, and student’s  and environments’ interest
2)      Various and cohesive each other
3)      High responsibility of the development of science and technology
4)      Relevant with daily needs
5)      Comprehensive and continuous
6)      Study to the death
7)      Balance between national and local need
The vision of SMK N 7 which is encourage to be an National Standard School is become a SMK which is has special qualities on competency and achievement, the believing of God, and produces pupils whose ready to work in national or international level. And for the missions are: 1) Implement optimal learning that oriented to both national and international standard competency; 2) Develop the believing of God as behavior source.
Some directly reparation steps of KTSP are: KTSP Plan à Implementation à Evaluation à Reflection and Revision à KTSP Plan, etc. And for the modernity of school paradigms are: centralize à decentralize; authoritarian à democracy; closed à transparent; served àserving; routineà innovative; reactive à proactive; command à suggest; uniformities à variation; critics are not allowed à needs critics.

Kuliah Bahasa Inggris I (16)

Diposting oleh Fa di 15.26 0 komentar

Developing Teacher Training Textbooks for Lesson Study in Indonesia
Oleh: Dr. Marsigit, M.A
Ikhtisar oleh: Fauzia Rahmawati (09313244001)

Reformasi pendidikan dan pendidik sekarang ini sedang berkembang di Indonesia. Hal ini menyebabkan pengembangan buku pelajaran sebagai salah satu bagian penting dari pekerjaan guru untuk mengembangan aktivitas pembelajaran.
Beberapa cara untuk mengembangkan proses belajar mengajar antara lain: 1) Perencanaan; 2) Manajemen kelas; 3) Siswa mengembangkan pengetahuannya; 4) Penggunaan sumber belajar; 5) Pengembangan pengetahuan dan ketrampilan IPTEK.
Beberapa aspek dalam pengembangan buku pelajaran antara lain: 1) Kebijakan publikasi buku pelajaran; 2) Pengembangan buku pelajaran bagi guru; 3) Pengembangan buku pelajaran bagi siswa; 4) Pendistribusian dan penyediaan buku pelajaran.
Sedangkan kebijakan pemerintah nasional tentang buku pelajaran antara lain:
1.      Tidak adanya monopoli pengadaan buku pelajaran nasional;
2.      Sekolah memilih sendiri dan menggunakan buku pelajarannya dalam kurun waktu 5 tahun;
3.      Siswa bebas untuk memilih dan membeli buku pelajarannya;
4.      Guru tidak diperkenankan untuk menjual buku pelajaran;
5.      Sekolah diharuskan menyediakan buku pelajaran untuk siswa yang kurang mampu;
6.      Kementerian pendidikan memiliki hak untuk menggandakan, menerbitkan, dan menjual buku pelajaran dalam harga yang murah;
7.      Kementerian pendidikan mendukung darah-daerah untuk memiliki toko buku sendiri
Dengan pelaksanaan pengembangan buku pelajaran, maka guru mampu mengembangkan beberapa kompetensi, antara lain motivasi siswa, teori pembelajaran, sistem pengalaman siswa, pengalam berkomunikasi, tingkah laku, praktek, dan pengalaman individu siswa.

Kuliah Bahasa Inggris I (15)

Diposting oleh Fa di 15.25 0 komentar

Developing ICT for Primary and Secondary Mathematics Teacher Profesional Development: The Use Of VTR In Lesson Study
Oleh: Dr.Marsigit, M.A
Ikhtisar oleh: Fauzia Rahmawati (09313244001)

Secara umum, kegiatan perefleksian konteks pembelajaran matematika di Jepang melalui VTR dirasa sangat baik dan berguna bagi para guru. Para guru merasa bahwa kegiatan semacam ini perlu disosialisasikan supaya para mereka bisa mempelajarinya. Mereka merasa bahwa pembelajaran dengan menggunakan VTR bisa menjadi model pembelajaran yang baik, yang bisa dilaksanakan pada konteks pembelajaran di Indonesia. Namun, mereka masih merasa kesulitan untuk melaksanakannya.
Anggapan guru pada kegiatan perefleksian VTR antara lain: 1) VTR merupakan model pembelajaran matematika yang baik; 2) Model pembelajaran dengan menggunakan VTR perlu disosialisasikan pada para guru; 3) Mereka akan mendiskusikan pada rekannya setelah pelatihan; 4) Model pembelajaran dengan VTR dirasa baik, tapi masih ada kendala pada proses pelaksanaannya mengingat kurangnya waktu, ketidak siapa siswa, keterbatasannya dana, dan kurangnya fasilitas pendidikan. Para guru menyatakan bahwa mereka mampu untuk melaksanakan model yang baik ini pada waktu tambahan pelajaran. Mereka menyarankan bahwa untuk menjalankan program ini, mereka perlu untuk meningkatkan kompetensi mengajarnya.
Para guru berencana sebagai tindakan lanjutan dari pelatihan ini, mereka akan mendiskusikan model ini pada rekan guru mereka. Mereka akan menyebarkan hasil dari diskusi tersebut pada forum perkumpulan guru. Mereka menyatakan bahwa akan meningkatkan kemampuan mengajar mereka yang meliputi: 1) Meningkatkan persiapan pembelajaran; 2) Lembar Kerja Siswa; 3) Metode dan Kompetensi Pembelajaran Matematika. Mereka akan berusaha untuk mengembangkan model pembelajran setelah menjalankan pelatihan yang berdasar pada PRMI dan pendekatan konstruktivistik. Mereka juga akan menjalankannya dengan mengembangkan metode diskusi dan variasi metode lainnya.
Menurut para guru, sebagian besar siswa masih belum siap ataupun mampu untuk mengutarakan ide-ide mereka; sehingga perlu waktu yang lama untuk memacu mereka. Sebagian besar sekolah juga masih kekuarangan fasilitas pembelajran dan guru harus mampu mengembangkan media pembelajaran. Yang dirasa paling sulit untuk dilaksanakan pada pelaksanaan model pembelajran adalah kurangnya alokasi waktu. Para guru merasa tidak mudah untuk menyeimbangkan antara prestasi siswa dengan proses pembelajaran. Dimana mereka juga masih harus memfasilitasi banyak siswa, kurang lebih 40 siswa per kelas.
Para guru berharap bahwa sekolah dan pemerintah mau mendukung pengembangan kompetensi mereka dengan mengikutkan pada pelatihan, seminar, dan perkumpulan guru. Para guru menganggap bahwa pada saat berada pada perkumpulan guru, mereka mampu mendiskusikan dan mengembangkan rencana pembelajaran dan lembar kerja siswa. Mereka menyarankan bahwa program pengembangan guru didasarkan pada kebutuhan guru, sehingga membutuhkan banyak evaluasi sebelum pelaksanaan program. Mereka juga berharap bahwa sekolah dan pemerintah bersedia mencarikan fasilitas pendidikan dan meningkatkan gaji mereka.
Meskipun dirasa tidak mungkin untuk melaksanakan strategi tunggal dalam mempromosikan pembelajaran matematika yang baik, pembelajaran denga VTR, terdapat beberapa indikasi umum yang bisa digaris bawahi:
1.      Hal ini membutuhkan kerjasama antar guru, penelitian di bidang teknologi pendidikan dan ilmu yang diambil, pemimpin, pelatih, orang tua, dan lain-lain;
2.      Hal ini membutuhkan peningkatan investasi dalam penelitian dan pengembangan serta kreasi dari peralatan pembelajaran yang baru untuk bekerja sama;
3.      Hal ini membutuhkan promosi mengenai koleksi, dokumentasi, dan penyebaran dari praktek pembelajaran yang baik. Juga diperlukan penyediaan pada aspek-aspek yang diminati tidak hanya pada desain software, tapi juga pada bagaimana cara menggunakan software tersebut;
4.      Hal ini membutuhkan promosi mengenai model pembelajaran agar lebih efektif dalam penyebarannya dan juga pada kemampuan guru dalam pemanfaatan IPTEK untuk mendukung pembelajaran;
5.      Hal ini membutuhkan promosi mengenai pertukaran pengetahuan, dan pergantian fokus pembelajaran dari pengetahuan sebagai pusat kompetensi menjadi pengintegrasian pada proses dan ketrampilan.
6.      Hal ini membutuhkan promosi pada beberapa kegiatan dari pemerintah untuk menyetabilkan pendidikan teknologi terutama pada networking seperti pelatihan berdasar praktek perencanaan dan perefleksian kelas, termasuk di dalamnya refleksi dari peran mereka sebagai guru dan siswa;
7.      Hal ini membutuhkan dukungan guru dalam mengembangkan funsi ICT/VTR dalam pengembangan profesinya.

Selasa, 27 September 2011

akupun tak tau, tapi sepertinya penting (2)

Diposting oleh Fa di 15.15 0 komentar
Assalamualaikum wr wb.
Setelah kemarin berbincang-bincang tentang emoji/emoticon, mari sekarang berbincang-bincang tentang kaomoji.
\(^o\) ~~%*~*\(^O^)/*~*%~~ (/o^)/ (_ _)..zzZZZ >>(>_< )!
m(_ _)m Ø(. . )memo ( ^o^).o0O
Seperti biasa, orang-orang Jepang punya selera sendiri dalam banyak hal. Komik yg kita kenal dengan manga, film kartun (anime), sinetron (dorama), sampai teknik main voley (tahu g? teknik apa yg saya maksud??). Emotion icon aka emoticon pun tak luput dari “keisengan” orang Jepang. Dan hasilnya adalah KAOMOJI.
Secara harafiah, kao berarti wajah, dan moji berarti huruf. Jadi, bisa diartikan bahwa kaomoji adalah huruf-huruf yang dapat mencerminkan ekspresi wajah.
Dua kalimat tersebut saya dapat dari blog Bang Edwien.
Kaomoji tidak seperti emoji/emoticon yang berposisi miring. Kita tidak perlu memiringkan kepala untuk membaca kaomoji. Berikut ini saya tampilkan contoh-contoh kaomoji (tentu, saya kopi paste dari banyak tempat):
o(^_^)o yes, berhasil!
(^.^) or
(゜゜) or ( *o*) terpesona
m(_ _)m please, maaf, salut....
(-_-)zzz or (_ _ ).zzZZ or (z_z) or (_ _’) tidur
(-_- ) or (u_u) no comment
(x_x) tepar
(T_T) or (ToT) or (T0T) or (;_;) menangis
($_$)mata duitan
(^_^) or (n_n) or (^u^) or (^.^) senyum
\(^o\) (/o^)/ joget dangdut
`\(^o^)/` banzai
(^_-) or (^_~) ngedipin mata
(>_<) marah
(^_^)b ngacungin jempol
(¬_¬)melirik seseorang
(o^-^o) senyum merona
"(^_^;)" or "(-.-;)" or (-.-!) keringat dingin
(^o^)v peace...
Ø(. . ) or X(. . ) nulis
(+_+) bete
(~3~)mau cium
f(~_~) garuk-garuk kepala
Wuih…, (-.-!, masih banyak lagi ternyata. Coba tanya sama Ki Stress Google Prasojo. Biasanya beliau ngerti banyak hal (~_~)b.
Perkembangan kaomoji tak hanya sebatas tulisan ketik. Para penggila Kaomoji sampai rela mengembangkan boneka-boneka kaomoji yang lucu-lucu.
Tidak hanya boneka, para penggemar ini juga memproduksi gantungan kunci kaomoji.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
source: http://agungfirmansyah.wordpress.com/2008/06/26/emoticon-ala-western-vs-kaomoji-ala-eastern-bagian-ii/
 

Lika Liku Corat Coret Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea