Jumat, 21 Januari 2011

Pupuk Nomer Satu

Diposting oleh Fa di 20.30 4 komentar
Kau adalah pupukku kualitas nomer satu. Kau yang mampu membuatku tumbuh sempurna. Kau yang menghadang hama yang siap menerkamku. Tapi itu dulu..

Entah kini kau terkontaminasi zat macam apa, aku pun tak tau. Kini kau telah berubah menjadi hama kualitas nomer satu. Kini kau mampu membunuh beringinku. Kau mampu merontokkan daun-daun beringinku. Beringin yang selalu meneduhiku.

Ingin rasanya aku menumbuhkan lagi beringingku, tapi apa aku bisa? Aku hanya tunas yang sedang berusaha tumbuh, aku bukan pupuk. Aku hanya makhluk yang mencari perlindungan dari beringinku. Tapi kini beringinku tlah mati karenamu. Bisa apa aku kini tanpa beringinku. Bisakah kucampur ramuan cinta untukmu agar kau menjadi pupuk kembali? Tapi semakin lama kau semakin menjadi. Sepertinya tidak mungkin kau menjadi pupuk kembali.

Semoga kau bisa menemukan kawananmu, sesama hama yang sangat hebat, yang mampu membunuhku dan beringinku. Terima kasih telah menjadi pupukku selama ini, aku yang tunas ini tak bisa membalas jasamu, wahai PUPUK KU YANG NOMER SATU.

Selasa, 11 Januari 2011

Jogja Istimewa

Diposting oleh Fa di 13.30 2 komentar
Lagi seneng lagu Jogja Istimewanya Kill The DJ [entahlah, namanya aneh]. Bukannya aku mendukung keistimewaan Yogyakarta ataupun sebaliknya, ini cuma sebatas seneng sama lagu. bwahahahaha...

berikut lirik yang aku dapet dari http://kangulumuddin.blogspot.com/2010/12/lirik-jogja-istimewa-mp3.html


JOGJA ISTIMEWA
Ditulis & Aransemen oleh: Kill The DJ & Balance
Rapper
Crew: Ki Jarot (Kill the DJ – Jahanam – Rotra )
Produksi: Jogja Hip Hop Foundation



Holopis Kuntul Baris..


HOOK:

Jogja! Jogja! Tetap Istimewa
Istimewa Negrinya, Istimewa Orangnya
Jogja! Jogja! Tetap Istimewa
Jogja Istimewa untuk Indonesia

JAHANAM:

Rungokna iki gatra saka ngayogyakarta
Nagari
paling penak rasane koyo swarga
Ora peduli donya dadi neraka
Neng kene tansah edi peni lan merdika
Tanah lahirkan Tahta, Tahta untuk Rakyat
Dimana Rajanya Bercermin di kalbu Rakyat
Demikianlah singgasana bermartabat
Berdiri kokoh tuk mengayomi rakyat
Memayu hayuning bawana
Saka jaman perjuangan nganthi merdika
Jogja istimewa bukan hanya daerahnya
Tapi juga karena orang-orangnya

KILL THE DJ:

Tambur wis ditabuh suling wis muni
Holopis kuntul baris ayo dadi siji
Bareng para prajurit lan senopati
Mukti utawa mati manunggal kawula Gusti
Menyerang tanpa pasukan
Menang tanpa merendahkan
Kesaktian tanpa ajian
Kekayaan tanpa kemewahan
Tenang bagai ombak gemuruh laksana Merapi
Tradisi hidup di tengah modernisasi
Rakyate jajah deso milang kori
Nyebarake seni lan budi pekerti

ROTRA:

Elingo sabdane Sri Sultan Hamengkubuwono kaping sanga
Sak duwur-duwure sinau kudune dewe tetep wong Jawa
Diumpamakne kacang kang ora ninggal lanjaran
Marang bumi sing nglahirake dewe tansah kelingan
Ing ngarso sung tuladha
Ing madya mangun karsa
Tut wuri handayani
Holopis kuntul baris ayo dadi siji
Sepi ing pamrih rame ing nggawe
Sejarah wus mbuktekake
Jogja istimewa bukan hanya untuk dirinya
Jogja istimewa untuk Indonesia

Holopis Kuntul Baris..

Rabu, 05 Januari 2011

CIKAL MAHENDRA

Diposting oleh Fa di 07.48 0 komentar
 Cikal Mahendra adalah nama yang sampai sekarang masih selalu kuingat-ingat. Cikal Mahendra adalah temanku semasa SD. Cikal, seorang anak laki-laki yang ganteng dan pintar [gantengnya kaya Yossie Project Pop pas muda dulu]. Pertama kali aku masuk SD, awalnya aku duduk di sebelah anak yang kelak menjadi sahabatku, Lu’lu’. Tapi pada akhirnya wali kelasku, Bu Surti memindahkan kami berdua. Aku akhirnya pindah di samping Cikal, dan Lu’lu’ aku nggak tahu jadi samping siapa. Kesan pertama yang aku lihat darinya adalah dia ganteng [kayaknya aku suka banget liat anak ganteng], tapi wajahnya judes. Awalnya aku berharap, siapa tau ini bakal jadi temanku. Sampai akhirnya pemilihan ketua kelas. Aku lupa siapa saja wakilnya, yang jelas waktu itu aku pilih Zeni, anak cewek yang kebetulan unik, rambutnya panjang dan dikucir sana sini. Tapi justru yang menjadi ketua kelas si Cikal.
Aku lupa siapa yang mulai, yang jelas justru ketika aku duduk disamping Cikal, kita berdua suka sekali cubit-cubitan, tending-tendangan juga. Akhirnya aku sering nangis sesampainya di rumah. Ibuku yang tahu seperti itu, menyuruhku untuk membalasnya [ibu macam apa ini, hahahaha]. Hal lucu lagi, dulu waktu kelas 1 SD, aku sering banget ngompol di kelas. Bahkan hampir setiap hari. Kalau ku piker-pikir, seperti apa perasaan Cikal waktu itu, pasti dia ilfil banget sama aku, hahaha. Akan tetapi kegiatan ngompol mengompolku tidak mempengaruhi pergulatan kami. Tiap pelajaran, selalu kami habiskan dengan perkelahian. Akhirnya ibuku nggak kuat juga. Beliau lalu pergi ke sekolah, meminta pada Bu Surti agar aku dijauhkan dari Cikal. Tanpa diduga, ibunya Cikal juga datang melapor ke Bu Surti untuk dipindahkan dariku. Katanya Cikal juga sering menangis di rumah gara-gara aku cubitin. Dan akhirnya Bu Surti tanpa piker panjang langsung memindahkanku jadi di samping Iman, dan Cikal entah kemana.
Kelas 2, lagi lagi aku harus berhubungan dengan Cikal. Kami dijadikan satu bangku lagi, tapi saat itu ditambah Arif Aulia Rahman, panggil aja Arif A [soalnya ada Arif Darmawan, jadi dia dipanggil Arif D] Kali ini kami sudah semakin dewasa, tidak ada lagi perkelahian, apalagi ada Arif A diantara kami. Tapi, hal yang paling lucu pada saat itu yaitu pada saat pelajaran Bahasa Indonesia. Aku ditunjuk untuk membacakan cerita. Berhubung saat itu aku masih tahap awal membaca, jadi aku belum bisa membedakan nya dan ya. Semua yang bertulisan nya kubaca ya, dan sebaliknya. Akhirnya Arif A dan Cikal meledekQ ,”Masak kayak gitu aja nggak tahu, payah.” Aku langsung naik darah. Malamnya kutulis dua buah surat, isinya aku sebel sama mereka. Emang salah ya kalo nggak bisa bedain nya dan ya. [benar” memalukan]. Akhirnya kedua surat itu aku lipat dan paginya aku masukkan ke kedua tas mereka. Hari berikutnya aku mulai deg deg-an, melihat reaksi mereka. Dan ternyata benar, Cikal menemukan suratku. Dia tanya ,”Kamu nulis surat ini ya?” ya dengan polos aja aku jawab ,”Iya.” Dan aku lupa ekspresiku berikutnya, hahahaha. Untung aja Arif A nggak tanya hal yang sama. Mau jawab apa aku?
Kelas tiga sepertinya nggak ada apa-apa antara aku dan Cikal. Tapi kelas 4, kami mulai beraksi. Saat itu kelasku terbelah menjadi dua. Kubu cowok dan kubu cewek. Sampai-sampai kalo cowok ketemu cewek, mereka bakal ledek-ledekan. Yang paling aku ingat, saat itu istirahat pertama [ato kedua? Aku lupa], aku ketemu sama cikal. Aksi ledek ledekan itu memanas, dan pada akhirnya aku dan Cikal adu otot, aku lupa gimana ceritanya, pokoknya tiba-tiba Cikal ngludahin aku [hueeek, jijik]. Dengan sigap aku langsung ke kamar mandi dan basuh muka. Batinku waktu itu, aku sebel banget sama dia.
Kelas lima, tidak ada lagi pertengkaran. Soalnya Cikal naksir sahabatku, Lu’lu’ [anak muda masa itu gaol banget ya..]. saat itu lagi marak-maraknya film Meteor Garden, dan aku sama Lu’lu’ tergila-gila sama Jerry Yan, Vic Zou, dan Kenzu [entah bener apa nggak ni nulisnya]. Otomates, berhubung aku dianggep anak yang deket sama lu’lu’, cikal sering konsultasi sama aku. Gimana caranya biar lu’lu’ bisa milih dia, soalnya waktu itu lu’lu’ lebih milih Iman. Aku jawab aja dengan PDnya, “kamu harus jalan kayak Vic Zou, lu’lu’ naksir banget sama dia.” Walhasil, jalannya Cikal langsung berubah. Dia jalan kayak Vic Zou beneran!! Tapi kayaknya usaha itu nggak berhasil. Hahaahah..
Kelas lima juga, kami berdua sama-sama ikut les music. Aku dan Cikal pegang recorder. Dia pinter banget main recorder. Tapi dia jarang berangkat, ku kira waktu itu dia lagi les sepak bola. Kepandaian Cikal ini, bukan Cuma aku yang ngakuin, bahkan guru les musikku juga mengakuinya. Waktu Cikal datang dan saat itu kita mau pentas, dia Cuma diliatin partiturnya langsung bisa main. Emang si, nggak sebagus aku [gaya..] tapi dia bisa, Cuma not not tertentu aja dia bingung trus tanya aku. Ada lagi hal lucu yang aku ingat dari Cikal. Waktu itu, aku duduk di depannya. Dia duduk di sebelah Seto. Kayaknya pas itu lagi pelajaran Bahasa Inggris, trus kita dikasih tugas. Lagi asik-asik ngerjain tugas, aku ditanyain sama Seto,”kamu lagi ngapain Za?”. Langsung aja aku jawab ,”Lagi pup.” Aku kaget juga kok bisa jawab kayak gitu. Akhirnya kami bertiga ketawa bareng. Saat itu entah mengapa, meski sebenarnya nggak lucu-lucu banget, tapi sangat membekas di hati. O iya, masih kelas lima juga, dulu aku sempet ketemu cikal, ibunya dan adeknya di warung deket sekolah. Biasa lah, kalo cewek sama cowok ketemuan pasti jaim-jaiman, gayanya najis kalo kesenggol. Nah, waktu itu ibunya cikal lihat, trus bilang ,”Lha kok dari dulu sampe sekarang masih musuhan aja.” Aku sama cikal langsung Cuma senyam senyum sendiri, heehehehehe. Tapi ada yang ganjil sama Cikal, akhir-akhir kelas 5, dia jarang berangkat. Katanya dia sakit, sampai-sampai waktu UAS dia nggak berangkat. Katanya dia sakit tipes atau apa gitu.
Kelas 6, lagi lagi aku harus duduk sama Cikal. Bingung juga, ada apa dengan guru-guru ini, bukannya masih ada cowok laen yang cocok buat jadi sampingku?? Hihiii. Nggak si, sebenarnya, berhubung waktu itu aku jadi ketua kelas, makanya aku disuruh duduk samping Cikal, berhubung Cikal masih sakit. Yang aku ingat, dia itu pintar banget. Meski hampir 2 bulan dia nggak masuk sekolah, tapi saat ditanya jumlah pulau di Indonesia dia bisa menjawab sekitar 17.000. aku benar-benar kagum padanya. Sekarang aku jadi lebih ingat jumlah pulau di Indonesia.
Tapi kelas 6 aku nggak setiap hari duduk samping cikal, cos diubah-ubah duduknya. Kadang dia samping Fatma, kadang sama aku. Aku juga sama Bagus, dan sama dia. Beberapa minggu setelah awal masuk sekolah, Cikal sering nggak berangkat. Katanya penyakitnya semakin parah. Lalu saat aku sampe rumah, aku cerita sama ibuku, e malah ibuku bilang biar aku bacain yaasin buat dia. Gila aja, dia kan belom meninggal, pikirku waktu itu. Aku mau bilangin usul ini sama Lu’lu’ juga nggak enak, takutnya aku dikira doain dia meninggal. Tapi waktu itu kata ibuku itu doa biar dia dikasih jalan yang terbaik. Aku yang tau seperti itu jadi nggak pernah nyia-nyiain waktuku bersamanya. Aku lebih sering memilih nggak istirahat keluar, tapi duduk di kelas. Pura-puranya aku belajar. Kadang kalau aku tau Cikal keluar buat main sama anak lain, baru aku mau keluar kelas. Sampai akhirnya Cikal nggak berangkat selama seminggu. Kata Pak Pur, wali kelasku sakitnya sudah mulai parah. Akhirnya aku dan teman-teman berinisiatif buat jenguk dia. Langsung satu kelas waktu itu naek angkot ke rumahnya. Kulihat dia semakin kurus dan pucat. Tapi dia sempat senyum sama teman-teman. Meski senyum itu bukan buat aku, tapi aku sudah seneng banget. Hari berikutnya dia sudah mulai masuk sekolah. Pak Pur pun ikut senang. Kata-kata Pak Pur yang selalu kuingat adalah ,”Fauzia, kamu kan sampingnya Cikal. Kalau dia ada apa-apa kamu lapor ya!”.
Begitulah, yang terakhir ku ingat saat pelajaran kerajinan tangan. Cikal nggak bisa masukin benang ke jarumnya. Akhirnya kubantu dia. Waktu tangan kami bersentuhan, kurasakan tangannya hangat banget. Nggak wajar gitu intinya. Akhirnya Cikal jarang sekali berangkat sekolah. Paling 2 minggu sekali. Lalu aku, Fatma, Devin, dan Pahang berinisiatif untuk menjenguknya lagi. Kami berempat saat itu masuk ke kamarnya. Kulihat sudah ada 3 infus kosong di sana. Cikal terlihat lemas, tapi tetap saga tersenyum. Tapi semua itu dikacaukan sama Devin, aku lupa dia bilang apa, sampai-sampai neneknya cikal agak marah. Langsung aja, kami pulang, hihihi.
Seminggu kemudian, tepatnya 17 Oktober 2003, jam 5 pagi, aku dapet SMS dari lu’lu’ katanya Cikal meninggal. Aku yang nggak percaya langsung bilang ke ibuku. Lalu ibuku bilang  supaya aku mandi trus berangkat sekolah. Kan nanti di sekolah bisa tahu sendiri gimana kabar sebenarnya. Di kamar mandi aku Cuma ngebayangin, gimana mungkin temen yang selama ini selalu menghantui hidupku itu meninggal. Hanya itu yang ada di benakku. Akhirnya aku sengaja pakai kucir putih, ceritanya buat ikut bela sungkawa gitu, hehehehe. Sampe sekolah aku bilang sama anak-anak, anak-anak juga nggak percaya. Tapi waktu Seto datang trus bilang itu beneran, baru anak-anak mau percaya. Pagi itu ada senam kesehatan jasmani di sekolah. Habis senam, diumumin kalo Cikal meninggal. Rencana anak kelas 6 dan 5 ikut melayat, soalnya adiknya Cikal juga di kelas 5. Masuk kelas, saat itu aku jatahnya duduk sama Bagus. Bagus langsung nangis di tempat duduk. Yah gimana lagi, Bagus termasuk teman dekatnya, lagian nomor urutnya berurutan. Waktu itu aku Cuma bisa bilang sama bagus, mungkin ini jalan terbaik buat Cikal. Kasihan juga kalo dia harus sekolah padahal sakit.
Akhirnya kami jalan kaki ke rumah cikal. Sampe sana, anak-anak dipersilahkan lihat jasadnya Cikal. Aku agak lupa kayak apa bentuknya, Cuma yang aku tau aku lihat wajahnya putih pucat. Dan yang aku inget wajahnya beda banget. Nggak kayak cikal yang aku kenal. Anak-anak nangis semua, aku bingung mau nangis gimana. Rasanya pengen banget nangis, tapi tetep aja nggak bisa. Abis lihat jasadnya Cikal kami langsung pulang, kami nggak diperbolehin ikut ke makam, takutnya bikin rebut. Yang ikut waktu itu Cuma Seto, soalnya dia sama ibunya.
Sabtu, 18 Oktober 2003. Aku jatah duduk bareng Cikal. Tapi sejak saat itu aku biasain diri buat duduk sendiri, kan biasanya juga sendiri, cikal nggak berangkat. Tapi entah mengapa, pas pelajaran PPKn, ada tugas kelompok, yaitu sama teman sebangku. Langsung waktu itu otakku nge-blank. Nggak tau gara-gara apa, tapi pas aku ditunjuk maju, berhubung belum ngerjain apa-apa, aku malah nangis di depan kelas. Dikirain aku mikirin cikal, padahal nggak juga. Cuma bingung aja kenapa aku malah nge-blank. Habis itu Pak Sidiq, guruku saat itu dan sekaligus kepala sekolah, nyuruh aku dan anak-anak lain buat doain Cikal. Sampe rumah aku malah terkapar. Kata ibuku, aku langsung panas tinggi. Kalo yang aku inget Cuma tidur biasa, tapi kata ibuku aku bangun-bangun malah nanyain Cikal [parah banget aku]. Langsung ibuku nyuruh aku doain dia, biar nggak kebayang baying terus. Dan seminggu kemudian, aku dan teman-teman sekelas ziarah ke makamnya Cikal. Yang aku inget sesampainya di makam, Devin [temenku] bilang ,”Udah kan zia, nggak usah nangis lagi.” Wah aku jadi malu sendiri.
Coba aja Cikal belum meninggal, pasti sekarang punya cewek banyak, kan dia ganteng banget. Sekarang juga pasti sudah kuliah di universitas bagus. Atau bahkan bisa aja dia udah jadi pemain sepak bola handal. Pokoknya mungkin aja dia bakal sukses kalo masih hidup. Tapi realitanya kan dia udah meninggal, jadi semoga aja dia diberi jalan yang baek di akhirat sana.
Dari pengalamanku itulah aku bisa memetik hikmah kalo usia orang nggak pasti. Nggak semua orang meninggal setelah tua. Dan satu lagi yang penting, buatlah saat-saat bersama teman ataupun keluargamu itu menjadi saat-saat yang indah, karena mungkin saga itu saat terakhir kita ketemu dia. Aku nggak pengen ngulangin kesalahanku musuhan sama temenku sendiri dan akhirnya aku sendiri yang sakit gara-gara ditinggal sama temenku buat selama-lamanya.

Rabu, 01 Desember 2010

Beauty And Three Beasts

Diposting oleh Fa di 08.54 0 komentar
Seperti yang udah aku tulisin di postinganku sebelumnya, beauty and three beasts merupakan julukan yang aku dan teman-temanku peroleh sendiri setelah sekian lama berteman.
Mengapa Beauty and Three Beasts? Aku juga lupa kenapa nama itu muncul, kayaknya nama itu dicetusin sama Alex, tapi kayaknya juga si Dadang. Tapi dianya Cuma usul Me and Three Beasts, dan akupun berinisiatif mengganti Beauty and Three Beast, kwowowowowow…
O iya, sebelum kepanjangan nulis asal usul Beauty and Three Beasts, aku mau ngenalin anggota geng nggak mutu ini. Pertama Dadang. Nama aslinya si Sapta Novida Danan Jaya, panggilannya Danan, dan entah kenapan pas SMP dipanggil Danggok. Nah, aku kan lebih suka panggil Dang, dan secara tiba-tiba inisiatifku muncul, kupanggil dia Dadang, hiihihiii.. kasihan banget dia. Panggilan ini Cuma dipake sama anak Beauty and Three Beasts, nggak tau kalo sekarang. Aku pertama ketemu Dadang waktu kita SD. Dia satu sekolah sama aku. Dulu pertama kali liat, aku naksir dia, soalnya punya lesung pipit, hahahhaa [agak stress]. Tapi dulu kita nggak akrab, paling juga Cuma sebatas kenal. Bahkan aku juga nggak begitu perhatiin keberadaannya, hiahahahahah… yang aku inget dia tu pas SD pinter banget IPS. Jadi kalo pelajaran IPS dia eksis abiss. SMP juga kita satu sekolah, tapi nggak satu kelas. Jadi ya tambah nggak kenal aja aku. Nah waktu SMA, berhubung kami masuk di kelas yang sama, dan jumlah anak di kelas Cuma 19, otomatis aku harus akrab sama temen-temenku. Dan salah satunya ya si Dadang itu. Dadang suka banget ngomongin masalah teknologi. Yang HP lah, leptop lah, internet, game, sampe-sampe aku sering pusing sendiri dengerinnya. Dia juga suka cerita masalahnya sama ibunya. Menurut pengakuan Dadang, dia sering cekcok sama ibunya gara-gara mereka berdua sama-sama keras kepala [kayaknya kalo mau buka duren di atas kepala mereka aja, kan keras kepalanya], jadi menurut pandanganku dia itu nyrempet termasuk anak durhaka, hiahahahahhahahah….
Anggota kedua, Alexander. Benar-benar nama yang singkat. Aku lebih suka panggil dia Alex, sempet si nyoba panggil Lexsong, alex gosong, abis kulitnya item banget. Lebih item daripada aku, hihihihi.. O iya, hal yang unik yang dia punya, dia itu anak campuran Jawa dan Belanda. Yang asli Belanda itu Neneknya persis, dan neneknya itu tetanggaku, hihihihi. Tapi, meski begitu, wajah Alex ini nggak keliatan bule, paling Cuma mulut sama hidungnya yang agak bule, kulitnya ikut si bapak, HITAM LEGAM, hihihii. Dan katanya, berhubung ibunya masih turunan bule, dia suka pake bahasa Inggris, makanya si Alex ini juga sering ngomong pake Inggris. Sempet minder juga aku, abis nggak begitu mudeng, hiihihi. Aku tahu Alex karena dulu kita satu sekolah pas SMP, tapi dia nggak satu sekolah sama aku. Dan pertama kali aku ketemu dia di kelas pas SMA, kita kerjaannya Cuma ribuuut terus. Aku sering nggak sepaham sama dia.  Bahkan menurut anak-anak kami kayak anjing dan kucing. Tapi entah mengapa, keributan-keributan itu berubah jadi keakraban, kami suka sms-an, makanya kami jadi akrab. Aku sama Alex juga punya kesamaan. Sama-sama kurang suka bahas masalah teknologi. Jadi kalo pas Beauty and Three Beasts kumpul dan si dadang sama dipta mulai cerita masalah teknologi, kita milih senyum senyum aja sendiri, hihihii…
Anggota ketiga, Pradipta Ramadhan, panggil aja Dipta. Dia pinter banget gambar. Juara terus kalo ikut lomba. Tapi anaknya keras kepala. Kalo udah A nggak bisa jadi B. jadinya sering sebel sendiri. Dia anggota paling tinggi di kelompok kami, jadi sering diejek genter [alat buat metik mangga]. Aku kenal Dipta mulai SD, kami satu SD. Jadi kesimpulan, aku satu SD sama Dipta dan Dadang. Tapi aku lumayan akrab sama dipta, soalnya aku dulu les nggambar di rumahnya dia. Kita juga sering lomba nggambar bareng. Dan dia pasti ngalahin aku, hiahahahahhahah… SMP juga satu sekolah, tapi beda kelas. Kalo Alex, Dadang, sama Dipta emang satu kelas waktu SMP. Dia juga suka ngomongin masalah teknologi, sama kayak dadang. Makanya mereka klop banget. Bahkan aku sama Alex lebih suka ngomongin mereka sebagai alien, abis kita berdua nggak mudeng sama yang diomongin. Dipta juga suka ngomongin masalah agama, jadi dari situlah aku tahu, gimana pandangan cowok mengenai cewek dalam hal agama.
Tapi, meski kami berempat beda-beda, kami bisa tetep kompak. Tahu nggak, kalo pas kami foto berempat, kami lebih mirip kayak film MADAGASCAR. Aku Gloria, Dipta Melman, Alex tetep Alex, Dadang  jadi Marty. persahabatan ini kita mulai sejak ikut les kimia di rumahku sama Pak Roto. Kebetulan waktu lesnya jam setengah 7 malem, dan selesai kurang lebih jam 8. Nah, kan abis les pasti pada minum-minum dulu, saat  minum itu kita ngobrol kesana kesini. Dan ternyata pandangan kita sama. Misalnya di kelas ada anak aneh, dan setelah didiskusikan kita berempat emang punya pandangan yang sama. Dan acara gossip menggosip ini membuat tiga cowok itu sering pulang malem, paling cepet jam setengah sepuluh. Itupun acara nggosipnya nggak Cuma ngobrol, tapi juga ketawa ketiwi, sampe-sampe bapak ibuku sering malu sama tetangga, hihihi..
Hal yang sampe sekarang masih mereka lakuin ke aku yaitu manggil aku mbak jik. Sebenarnya yang panggil aku pertama kayak gitu si Pak Roto, dank arena menurut mereka panggilannya lucu, makanya mereka lebih suka panggil aku mbak jik. Hubungan kami semakin akrab, bahkan seringkali tanpa diduga kami seakan-akan punya ikatan batin. Saat suting film di Pantai Keburuhan misalnya, tanpa dikomando, kita berempat pake baju senada, yaitu putih. Jadi kesannya kami udah janjian sebelumnya. Bahkan jika di kelas, kalo anak yang sering kita gosipin berulah, kami berempat langsung tengok kanan kiri dan ketawa bareng-bareng. Sampe sampe anak lain sering heran, apa yang diketawain. O iya, satu lagi hal paling berkesan dari mereka buat aku. Mereka udah kayak peramal, hafal kapan aku bakal dating bulan dan kapan tidak. Kalo aku udah mulai uring-uringan sendiri, mereka selalu tanya,”Haid ya??” kalo pas itu aku lagi nggak dating bulan, mereka bakal jawab ,”O, brarti sebentar lagi.”
Tapi, waktu udah mau UN, kegiatan gossip ini mulai dikurangi, kita ceritanya mau insyaf, hahaha. Sempet juga hampir aja kita mau bubaran [kayak band aja], soalnya Alex udah punya cewek, jadinya dia lebih asik sama ceweknya. Ceritanya kita-kita pada cemburu, hihihi. Tapi akhirnya nggak jadi. Impian yang paling sering dibahas sama kita kita yaitu kelak saat kita-kita udah punya keluarga sendiri, punya anak, suami dan istri. Kalo di angan-angan, nanti pas reunian, suamiku bakal ngumpul sama istri-istrinya tiga cowok aneh itu. Nanti aku bakal dapet cowok yang agak nyiur melambai, jadi bakal klop sama istri-istri mereka. Intinya kelak aku bakal ngumpul sama mereka lagi, dan suamiku bakal ngumpul sama istri mereka dan bikin kelompok sendiri, hahahahah.
Sekarang Alex dan Dipta sudah nglanjutin kuliah di ITB, jurusan Farmasi. Dadang di UGM, jurusan Hukum Internasional. Kalo aku di UNY, jurusan Pendidikan Matematika. Jadi frekuensi pertemuan kami sudah berkurang, akhirnya Alex dan Dipta pacaran di Bandung, kalo aku sama Dadang di Jogja aja. Aku sama Dadang biasanya nyari maem bareng, dan pulang ke Purworejo bareng. Jadi, kalo kita lagi ketemuan, masing masing cerita kotanya sendiri-sendiri. Aku jadi tambah pusing, Dipta sama Alex cerita ITB, Dadang UGM, nah aku mau ngomong aja udah kecegat, akhirnya Cuma cengar cengir nggak karuan. Tapi aku tetep seneng, karena sudah punya teman seperti mereka. Meski sekarang pembicaraan kita udah nggak masalah anak kelas, tapi kita masih bisa saling bersilaturahmi bersama. Pengen rasanya cepet-cepet nikah dan ngenalin suamiku ke mereka. Dan pengen liat reaksi kita, apa bener impian kita bisa jadi kenyataan. ^^
Ni foto-fotoku sama mereka





Aslinya masih banyak, tapi ilang, hiahahahahahha...^^

Senin, 29 November 2010

KEINDAHAN KABUPATEN PURWOREJO

Diposting oleh Fa di 19.41 0 komentar
Purworejo, sebuah kabupaten kecil di pinggiran provinsi Jawa Tengah. Tidak banyak orang yang tahu dimana letak kabupaten Purworejo tersebut. Padahal sesungguhnya banyak sekali hal-hal menarik yang ada di kabupaten yang terletak di sebelah barat kota Yogyakarta ini.
Beberapa hal yang sangat menarik dari Purworejo yang aku ketahui antara lain:
  • Tari Dolalak
    Tari dolalak adalah tari tradisional khas Purworejo. Aku si nggak begitu tau asala usulnya, mungkin di posting berikutnya bakal aku kasih asal usulnya. Yang aku tau, tari dolalak ini merupakan tarian yang cuma ditariin sama wanita, bajunya item-item trus ana kuningnya. Rambutnya nggak disanggul, cos pada pake topi. Dan aksesoris paling penting adalah kaca mata item. Bajunya atasan panjang, tapi celananya pendek, atas lutut. Tapi seiring berjalannya waktu, untuk menambah kesopanan, sekarang celananya pas lutut. Pokoknya asiik.. Salah satu lagu yang aku apal tu gini.. " Ikan cucut mandi di laut.. Ikan cucut mandi di laut.." terusannya nggak tau, hahahah [warga yang tidak baik]
    penari dolalak macho banget, padahal cewek", cantik lagi kaya aku
  • Bedug Agung Purworejo
    Menurut papan yang pernah aku baca di atas bedug agung Purworejo, bedug ini merupakan bedug terbesar se-dunia!! wowowowowow [hebat banget kan??] Mungkin ada bedug yang gedenya kayak bedug Purworejo, tapi nggak ada yang bahannya sama kayak bedug Purworejo. Bedug Purworejo terbuat dari 1 glondong kayu, nggak sambungan. Lebarnya kira" sama dengan saat kamu bentangin kedua tangan kamu ke kanan dan ke kiri. Pokoknya hebaat banget.. [aku kok lebay]. Kalo kamu mampir ke Purworejo, jangan lupa mampir ke masjid agung Purworejo, cos pasti asiik buat foto", tapi jangan lupa solat juga. Foto nggak bakal kebawa mati, hahahahaha...
    Ni keterangan yang pernah aku baca
    Tu kan, sama kaya waktu kedua tangan dibentangin.. [itu bukan bapakQ lho]
  • Alun-alun Purworejo
    Menurut kabar yang pernah aku denger [lupa juga dari siapa] alun" Purworejo merupakan alun" terbesar se-Jawa Tengah. Bayangin aja, 1x putaran alun" kurang lebih 1 km-an lah. Dulu pas SD tiap kali pelajaran olah raga aku harus puter alun" 4x, SMP 2x-an. Trus kadang" juga dipake cepet"an lari antar siswa 1x putaran. Kalo udah 3/4 putaran aku pasti udah loyo, ketinggal sama anak lain, huhuhu... Alun" ini punya dua pohon beringin, guedeee banget. Kayaknya gedean bringin ini daripada yang di Jogja. Adem banget.. sampe" sering ngantuk kalo di bawahnya, hiahahahaha.. Alun" ini kalo pas acara tertentu sering dipake upacara, kalo hari biasa dipake olah raga, POPDA juga sering di alun", kalo malem sama pagi buat jualan maem. Kalo mau nyari pacar juga bisa, tiap minggu pagi pura" lari" aja, banyak ABG nongkrong, hiahahahaha...
    ni cuma salah satu pohon beringinnya, gede kan??
  • Pantai KeburuhanPante ini indaaaaaaaah banget... Di salah satu sisi pante ini ada muara sungainya. Nggak tau dari sungai apa, tapi yang jelas sungai ini gede, nah trus ada muaranya. Muaranya gede.. bisa buat maenan, buat foto juga asik. Ada dua daratan yang dipisahin sama sungainya. Yang satu tinggi, biasanya orang mancing di situ, yang satunya pendek, bisa buat maenan aer. Dulu pas SMA, aku sama temenQ pada bikin film di situ, e malah ada yang kegeret arus.. benar" pengalaman yang mengerikan. Hahahaha... Tapi hati" kalo di sini, karena belum tersentuh penjual yang meraja lela, makanya lum ada tukang parkir. Adanya cuma pedagang indomi godog. hahahahaha.. Pokoknya ajiiibbb.. Sayang aku nggak nemu fotonya.. Kapan" tak fotoin dehh
  • Kue Lompong
    Dulunya aku nggak doyan kue lompong, abis alot, jadinya nempel semua di gigi.Tapi sekarang doyan banget. Dibungkung daun pisang, jadinya kayak tempe, luarnya item [nggak tau dari apa] yang jelas dalemnya dari kacang, enak dee.. bisa dicoba..
    jangan mudah menilai dari luar, memang sedikit mengerikan, tp enakk
  • Lanthing
    Putih, bulet" bolong. Buat yang pertama nyoba, jangan sekali" langsung digigit, dijamin copot semua gigimu. Abis keras banget. Cara makannya musti digeprak pake tangan dulu biar jadi potongan kecing, baru dimakan. Buat yang penasaran, cepet ke kosanQ, mumpung lagi banyak, hahahahaha...
    lanting yukas, langgananQ
  • Kue Clorot
    Coklat, manis lagi.. Kalo yang pertama nyoba pasti bingung cara bukanya.. Yang unik emang cara buka kue ini, kita musti nyogok pangkal kue pake jempol, dijamin asiik
    bentuk kue clorot secara umum
ni caranya buka kue clorot
  • Geblek
    Putih, dari tepung kanji, jadinya alot" gimana gitu. Kalo digoreng jeblug", makanya hati", temenQ ada yang sampe kapok goreng geblek ini. Lebih enak kalo dimakan pake bumbu pecel, yahuud. Ada yang bentuknya jadi 3 lingkaran, ada juga yang cuma 2. Tapi sampe sekarang aku lum nemuin yang cuma 1, kecuali kalo udah rompal, hiahahaha... Gampang ditemuin di penjual gorengan sore" di Purworejo. Enak banget daa...
    geblek bumbu khas purworejo, enaak
  • Dawet Ireng
    Dawet ireng pertama ditemuin di daerah kecamatan Butuh, Purworejo perbatasan antara Purworejo dan Kebumen. Dawet ireng ini mirip sama dawet ayu Banjarnegara, bedanya cuma cao nya item. Kalo yang di Butuh gara" penjualnya di daerah jembatan Butuh, jadi sering disebut dawet Jembut [jangan berpikiran yang jorok"], makanya kalo misal diajak temen yang asli Purworejo buat minum dawet Jembut, kamu jangan mikir temen kamu jorok, tapi emang ada, itu singkatan dari dawet Jembatan Butuh. O iya, yang asli itu di sebelah timur jembatan Butuh, cos sekarang udah banyak banget dawet ireng di Purworejo, nebeng tenar ceritanya..
    ni penjual aslinya, rameee banget... apalagi pas liburan, antri bangeet
    ini bentuk asli dawet ireng, enak diminum pas siang"... asoy
  • Kambing EttawaTahukah kamu kambing ettawa yang terkenal itu asalnya darimana?? Yap, tepat sekali, dari Purworejo!! Aku si lupa seluk beluknya gimana, tapi yang jelas menurut buku bahasa Jawa yang dulu pernah aku baca, kambing ettawa sumbernya dari kecamatan Kaligesing, Purworejo. Kambing ini gede banget, lebih gede dari wedus gembel dan wedus jowo, tapi bentuknya tetep kambing. Hebat kan?? Kambing ini merupakan kambing campuran. Kapan" aku tulisin de...
    kambing Ettawa khas Kaligesing, Purworejo. Kapan" mampir, penjualnya dilarisin. ihhir
  • dsb
Aslinya masih banyak banget aset" Purworejo. Ada Gua Seplawan, Geger Menjangan, Pantai Jatimalang, produsen manggis, durian juga. Pokoknya masih banyak lagi. Sayang semua aset ini kurang dimanfaatkan secara maksimal. Jadinya Purworejo masih kurang maju. Bahkan Purworejo lebih terkenal dengan kota pensiun, soalnya pada usia produktif sekitar 20-50 masyarakat Purworejo lebih memilih untuk tinggal di luar kota seperti Jogja, Semarang, Bandung, dll. Dan setelah sukses dan berusia tidak produktif lagi, mereka memilih untuk kembali ke Purworejo guna menikmati sisa usia.. :'(
 

Lika Liku Corat Coret Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea